Surabaya - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan publik yang prima. Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Tahun 2025, BBPOM di Surabaya berhasil meraih Indeks SKM sebesar 93,26. Capaian ini menempatkan mutu pelayanan pada kategori A (Sangat Baik), sekaligus mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pengawasan obat dan makanan di wilayah Jawa Timur.
Survei yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025 ini melibatkan 483 responden yang merupakan penerima layanan aktif. Dari sisi demografi, mayoritas responden berasal dari kelompok berpendidikan Sarjana (S1) sebesar 66 persen, disusul lulusan SMA/sederajat sebesar 17 persen, serta S2/Profesi sebesar 11 persen. Komposisi ini menunjukkan bahwa layanan BBPOM di Surabaya diakses oleh masyarakat yang kritis dan berpendidikan, sehingga penilaian yang diberikan merefleksikan ekspektasi tinggi terhadap kualitas layanan publik.
Dari sembilan unsur pelayanan yang dinilai, Perilaku Pelaksana menjadi aspek dengan skor tertinggi, yakni 94,58. Capaian tersebut diikuti oleh unsur Biaya/Tarif dengan skor 94,34 dan Kompetensi Pelaksana sebesar 94,06. Hasil ini menegaskan bahwa integritas, profesionalisme, serta kemampuan petugas BBPOM Surabaya mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari masyarakat.
Menindaklanjuti hasil SKM tersebut, BBPOM di Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus melakukan continuous improvement melalui penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang berfokus pada kemudahan akses serta percepatan layanan. Pada aspek persyaratan dan prosedur, upaya sosialisasi diperkuat melalui pendekatan yang lebih komunikatif dan kekinian, seperti Podcast Cangkrukan, konten media sosial, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui iklan layanan masyarakat. Di sisi lain, berbagai inovasi pendampingan UMKM terus dikembangkan melalui program Gempur Jatim, Jatim Glowing, dan Sippotra, guna mempermudah pelaku usaha dalam memahami dan memenuhi ketentuan regulasi.
Untuk menjawab masukan terkait waktu penyelesaian layanan, strategi jemput bola diterapkan melalui optimalisasi layanan Klinik POM dan desk konsultasi langsung. Selain itu, layanan tatap muka daring melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) berbasis Zoom juga dimaksimalkan guna memangkas jarak dan waktu layanan. Khusus bagi pelaku usaha ekspor-impor, BBPOM di Surabaya membentuk Forum Komunikasi (Forkom) SKI/SKE serta menyediakan layanan konsultasi daring khusus, sebagai langkah preventif untuk meminimalkan kesalahan pengisian data yang berpotensi menghambat proses perizinan.
Dengan terealisasinya 100 persen rencana aksi tindak lanjut tersebut, BBPOM Surabaya optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan publik yang transparan, cepat, dan akuntabel, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat Jawa Timur terhadap kinerja pengawasan obat dan makanan.
link skm SKM 2025
Kontributor : Adine