Perkuat Kompetensi Penguji, BBPOM Surabaya Tingkatkan Mutu Pengujian Laboratorium

30-10-2026 Surabaya Dilihat 9 kali

Surabaya – Penguatan kompetensi personel menjadi salah satu kunci dalam menjamin mutu dan keandalan hasil pengujian laboratorium. Untuk mendukung hal tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya menyelenggarakan Workshop Verifikasi Uji Potensi Antibiotik pada Salep Mata pada 26–30 Oktober 2026. Kegiatan yang diikuti 14 peserta, terdiri atas 12 penguji Mikrobiologi dan 2 penguji Kimia, ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan teknis personel sekaligus memperkuat pemenuhan Standar Kemampuan Laboratorium (SKL).

Workshop dibuka oleh Kepala BBPOM di Surabaya, Yudi Noviandi, M.Sc.Tech., Apt. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi personel dan penguasaan metode pengujian untuk menghasilkan data yang akurat, andal, serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Kompetensi personel dan keandalan metode pengujian merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam menjaga mutu hasil pengujian laboratorium. Melalui workshop ini, kami berharap kemampuan para penguji semakin meningkat sehingga dapat mendukung pencapaian Standar Ruang Lingkup (SRL) dan Standar Kemampuan Laboratorium (SKL),” ungkap Yudi Noviandi.

Untuk memberikan penguatan teknis, BBPOM di Surabaya menghadirkan narasumber dari Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN), Henny Setiawati, S.Si., Apt., M.Farm. Selama lima hari, peserta memperoleh pembekalan sekaligus pendampingan praktik terkait tahapan verifikasi metode uji potensi antibiotik pada sediaan salep mata. Melalui proses tersebut, peserta tidak hanya memperdalam pemahaman terhadap prinsip dan prosedur metode pengujian, tetapi juga meningkatkan keterampilan dalam melaksanakan verifikasi secara tepat.

Seluruh rangkaian kegiatan verifikasi berhasil diselesaikan dengan baik dan menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan sebagai data dukung pemenuhan SKL. Capaian ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesiapan laboratorium, baik dari aspek penguasaan metode maupun kompetensi personel.

Pelaksanaan workshop juga merupakan bagian dari implementasi standar ISO/IEC 17025:2017 tentang Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi. Pengembangan kompetensi personel mengacu pada klausul 6.2, verifikasi metode pengujian berkaitan dengan klausul 7.2, sedangkan upaya memastikan keandalan hasil pengujian mendukung penerapan klausul 7.7 tentang jaminan validitas hasil.

Selain mendukung pemenuhan standar, kegiatan ini memberikan manfaat bagi pengembangan kapasitas personel secara berkelanjutan. Bagi penguji baru, workshop menjadi sarana pembelajaran untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan teknis. Sementara bagi penguji yang telah berpengalaman, kegiatan ini menjadi momentum penyegaran (refreshment) sekaligus pemutakhiran kompetensi agar tetap selaras dengan kebutuhan dan standar pengujian laboratorium.

Melalui workshop ini, BBPOM di Surabaya terus membangun budaya belajar dan peningkatan kompetensi secara berkesinambungan. Penguatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan metode pengujian yang terverifikasi, serta konsistensi dalam menjamin validitas hasil menjadi fondasi penting untuk mewujudkan laboratorium yang kompeten, profesional, dan andal.

Dengan demikian, peningkatan mutu laboratorium tidak hanya menjadi upaya memenuhi standar, tetapi juga merupakan bagian penting dari dukungan BBPOM dalam melaksanakan pengawasan obat dan makanan. Hasil pengujian yang bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan diharapkan semakin memperkuat perlindungan masyarakat.

Sarana