Kenalkan Dunia Kerja Kefarmasian, BBPOM Surabaya Terima Kunjungan Study Excursion SMK Sepuluh November Sidoarjo

27-10-2026 Surabaya Dilihat 22 kali

Surabaya – Sebanyak 125 murid jurusan Layanan Penunjang Kefarmasian Klinis dan Komunitas SMK Sepuluh November Sidoarjo mengunjungi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya dalam kegiatan study excursion, Selasa (27/10/2026). Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk memperluas wawasan mengenai dunia kerja, khususnya tugas dan fungsi BPOM dalam melindungi masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan.

Rombongan yang didampingi lima guru tersebut diterima langsung oleh Kepala BBPOM di Surabaya, Yudi Noviandi. Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan seputar pengawasan obat dan makanan, proses kerja di BPOM, serta pentingnya memastikan produk yang beredar memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu.

Melalui sesi pemaparan dan diskusi, para siswa memperoleh gambaran mengenai peran BPOM dalam melindungi kesehatan masyarakat sekaligus memahami keterkaitan antara ilmu yang dipelajari di sekolah dengan penerapannya di dunia kerja. Antusiasme peserta terlihat dari beragam pertanyaan yang muncul selama kegiatan, mencerminkan rasa ingin tahu mereka terhadap bidang kefarmasian dan pengawasan obat dan makanan.

Untuk memperkaya pengalaman belajar, para siswa juga berkesempatan mempraktikkan penggunaan aplikasi BPOM Mobile sebagai salah satu sarana untuk memperoleh informasi mengenai produk obat dan makanan. Praktik ini menjadi bagian dari pengenalan pemanfaatan teknologi digital yang dapat membantu masyarakat lebih cermat dalam memilih produk yang aman.

Kepala BBPOM di Surabaya, Yudi Noviandi, menyambut baik kunjungan edukatif tersebut. Menurutnya, pengenalan dunia kerja secara langsung dapat membantu peserta didik memperluas perspektif, memahami tantangan profesi, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa mendapatkan gambaran yang lebih luas mengenai pengawasan obat dan makanan serta memahami pentingnya kompetensi, ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam dunia kerja. Pengetahuan ini juga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memilih dan menggunakan produk obat dan makanan secara bijak,” ujarnya.

Kegiatan study excursion ini tidak hanya menjadi sarana untuk menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong siswa mengembangkan sikap kritis dan rasa ingin tahu melalui interaksi langsung dengan praktisi. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mereka mengenai penerapan kompetensi kefarmasian sekaligus memotivasi mereka untuk terus mengembangkan keterampilan sesuai bidang keahliannya.

Melalui kegiatan edukatif seperti ini, BBPOM di Surabaya mendukung terbangunnya hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi generasi muda sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengawasan obat dan makanan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan terlindungi.

Sarana