Surabaya – Komitmen untuk memberikan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi terus diperkuat oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh pegawai dalam kegiatan Evaluasi Survei BerAKHLAK dan Refreshment Penguatan Komitmen Integritas yang digelar pada Senin (13/7/2026) di Aula Gandrung Banyuwangi.
Penandatanganan Pakta Integritas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan pernyataan komitmen bersama seluruh pegawai untuk menjalankan tugas secara profesional, jujur, transparan, dan bertanggung jawab. Melalui komitmen ini, BBPOM di Surabaya memastikan bahwa setiap layanan yang diberikan kepada masyarakat maupun pelaku usaha dilaksanakan sesuai ketentuan, bebas dari benturan kepentingan, serta terbebas dari segala bentuk gratifikasi.
Kepala BBPOM di Surabaya, Yudi Noviandi, menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik. Menurutnya, masyarakat harus mendapatkan kepastian bahwa setiap proses pelayanan dan pengawasan obat serta makanan dilakukan secara objektif, independen, dan profesional.
“Kepercayaan masyarakat adalah aset yang sangat berharga. Karena itu, integritas harus menjadi budaya kerja yang melekat pada setiap insan BPOM. Seluruh pegawai wajib menolak segala bentuk gratifikasi, pungutan liar, maupun praktik-praktik yang dapat memengaruhi independensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas,” tegas Yudi.
Komitmen tersebut sejalan dengan hasil evaluasi implementasi nilai-nilai ASN BerAKHLAK di lingkungan BBPOM di Surabaya. Pada sesi evaluasi Survei BerAKHLAK, Widyasworo Ratri dari Pokja Manajemen Perubahan memaparkan hasil Survei BerAKHLAK Tahun 2026 yang menunjukkan bahwa budaya kerja organisasi telah berjalan dengan baik.
Berdasarkan Review Capaian Indeks Implementasi Core Value ASN BerAKHLAK dan Reformasi Birokrasi Tematik Tahun 2026, BBPOM di Surabaya memperoleh kategori “Cukup Sehat”, dengan mayoritas indikator berada pada kategori baik hingga sangat baik. Capaian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai dasar ASN telah diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dan menjadi bagian dari budaya kerja organisasi.
Menariknya, aspek Berorientasi Pelayanan menjadi indikator dengan capaian tertinggi dan meraih kategori “Sehat”. Hasil tersebut mencerminkan komitmen kuat seluruh jajaran BBPOM di Surabaya dalam menghadirkan pelayanan yang responsif, profesional, dan berfokus pada kebutuhan masyarakat. Capaian ini juga menjadi bukti bahwa budaya integritas yang dibangun tidak hanya berorientasi pada kepatuhan internal, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Meski demikian, hasil survei juga menjadi bahan refleksi dan evaluasi untuk terus melakukan perbaikan. Berbagai rekomendasi tindak lanjut akan dilakukan guna memperkuat implementasi nilai-nilai BerAKHLAK serta membangun budaya kerja yang semakin kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan prima.
Sebagai puncak kegiatan, seluruh pegawai menandatangani Pakta Integritas sebagai simbol sekaligus komitmen nyata untuk menjalankan tugas sesuai peraturan perundang-undangan, menjunjung tinggi kode etik, serta menolak segala bentuk korupsi, kolusi, nepotisme, dan gratifikasi.
Melalui komitmen tersebut, masyarakat diharapkan semakin yakin bahwa BBPOM di Surabaya konsisten menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan. Dengan budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan bebas gratifikasi, BBPOM di Surabaya terus berupaya memperkuat kepercayaan publik serta menghadirkan pengawasan obat dan makanan yang semakin berkualitas demi melindungi masyarakat.
Kontributor : Rika Yustiarni