Surabaya – Badan POM terus memperkuat dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan keamanan pangan di lingkungan sekolah. Di Surabaya, upaya tersebut dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya melalui edukasi yang dilanjutkan secara mandiri oleh sembilan sekolah selama Agustus 2026.
Keamanan pangan menjadi aspek penting dalam pelaksanaan MBG agar pangan yang diberikan kepada penerima manfaat tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman dikonsumsi. Karena itu, penguatan pengetahuan dan kesadaran keamanan pangan menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program.
Kepala Badan POM, Taruna Ikrar, menegaskan dukungan tersebut. “Keamanan pangan menjadi salah satu kunci keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Taruna Ikrar.
Penguatan dilakukan melalui Training of Trainers (ToT) kepada kader sekolah yang kemudian meneruskan pengetahuan melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mandiri kepada komunitas sekolah. Salah satunya dilaksanakan SMAN 18 Surabaya pada 27 Agustus 2026 dengan materi mengenai cara memilih, menangani, dan mengonsumsi pangan yang aman.
“Melalui KIE ini, kami berharap siswa semakin memahami bahwa makanan yang bergizi juga harus aman. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan di sekolah dan dibawa ke lingkungan keluarga,” ujar perwakilan SMAN 18 Surabaya.
Selain SMAN 18 Surabaya, KIE mandiri juga dilaksanakan SDN Tembok Dukuh I, SDN Tembok Dukuh III, SDN Pakal I, SDN Bubutan IV, MI Imam Syafi’i, MTs Imam Syafi’i, SMPN 50, dan SMAN 19 Surabaya.
Melalui penguatan kapasitas kader dan edukasi berkelanjutan, sekolah diharapkan menjadi penggerak budaya pangan aman. Pengetahuan tersebut tidak hanya mendukung pelaksanaan MBG di sekolah, tetapi juga dapat diterapkan siswa di rumah dan diteruskan kepada keluarga serta masyarakat.