Surabaya – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya melaksanakan kegiatan Monitoring Evaluasi Pengawasan Obat dan Makanan di Jawa Timur dengan mengusung tema penting: “Sinergi Budaya Pangan Aman untuk Pencegahan KLB Keracunan Pangan”. Acara ini dihadiri oleh perwakilan lintas sektor terkait, Selasa (02/12/2025). Kegiatan dibuka dengan penampilan istimewa dari penyandang disabilitas, sekaligus menjadi momentum untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember.
Dalam acara tersebut, BBPOM di Surabaya turut memberikan sejumlah penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada lintas sektor yang dinilai memiliki peran aktif dan kontribusi signifikan dalam beberapa bidang, antara lain Peran Aktif Pengawasan Obat dan Makanan; Peran Aktif Realisasi Dana Alokasi Khusus Non Fisik BOK POM; Peran Aktif Pendampingan dan Fasilitasi UMKM; Dukungan Penyebaran Informasi Keamanan Obat dan Makanan; serta penghargaan terhadap pemenang Lomba Desa, Pasar dan Sekolah dengan Pangan Aman.
Hadir sebagai narasumber memberikan paparan mengenai Pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan, diantaranya Arina Mufida Ersanti, Pakar dari Universitas Airlangga; Fatati, dari Direktorat Pengawasan Peredaran Pangan Olahan BPOM; Purwati, Kepala Desa Sumberdem Kabupaten Malang (Juara 1 Lomba Desa Pangan Aman tingkat Nasional).
"Momentum ini sangat penting untuk memperkuat budaya pangan aman yang bersifat membiasakan, bukan sekedar menjalankan program jangka pendek. Keamanan pangan adalah tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan Jawa Timur yang sehat dan bebas KLB," ujar Yudi Noviandi, Kepala BBPOM di Surabaya, dalam sambutannya.
Pelaksanaan Monitoring Evaluasi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara seluruh pihak terkait, sehingga upaya pencegahan KLB keracunan pangan di Jawa Timur dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Kontributor : Nurul Kholidiyah